Tim Tanggap Bencana Fakultas Kedokteran UC Berikan Layanan Medis dan Trauma Healing di Kabupaten Agam, Sumatera Barat

Kabupaten Agam, Sumatera Barat — Tim Tanggap Bencana dari Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra (UC) Surabaya melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan pascabencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, selama 7 hari. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang dikoordinasikan melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Ciputra.

Program ini selaras dengan kebijakan dan program Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiksaintek, melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana Tahun 2025, yang mendorong peran aktif perguruan tinggi dalam penanganan dampak bencana secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan.

Tim Tanggap Bencana Fakultas Kedokteran UC berjumlah 10 orang, terdiri dari 3 dokter spesialis, 5 dokter umum, dan 2 mahasiswa kedokteran, antara lain dr. May Fanny Tanzilia, dr. Ariyanto Setyoaji., dr. F. Siusanto Hadi, dr. Michael Adi Wijaya, dr. Rico Rudikan, dr. Jeany Thalia Hartono, dr. WB. Iqbal Tendi Alam, dr. Glenn Gilang Manyering, Naldi Ledo, dan Rivo Christian Kutanggas. Selama bertugas, tim ditempatkan di beberapa puskesmas di wilayah Kabupaten Agam, bekerja sama dengan tenaga kesehatan setempat untuk memperkuat layanan medis bagi masyarakat terdampak bencana.

Fokus utama kegiatan meliputi pelayanan medis pascabencana, penanganan keluhan kesehatan masyarakat, serta upaya pencegahan munculnya potensi wabah penyakit yang kerap terjadi akibat perubahan kondisi lingkungan dan sanitasi pascabencana. Selain layanan medis, tim juga melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak. Melalui pendekatan edukatif dan interaktif, kegiatan ini bertujuan membantu mengurangi dampak psikologis dan beban mental yang dialami anak-anak akibat bencana, sekaligus mendukung proses pemulihan kesehatan mental mereka.

Sebagai langkah promotif dan preventif, tim juga melakukan pemeriksaan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada anak-anak, mengingat risiko gangguan pernapasan yang meningkat pada situasi pascabencana. Kegiatan ini mencerminkan peran aktif Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra Surabaya dalam mengintegrasikan pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, dan nilai kemanusiaan, sekaligus memberikan pengalaman lapangan bagi mahasiswa kedokteran dalam konteks pelayanan kesehatan pada situasi darurat bencana.

Melalui program ini, Universitas Ciputra Surabaya melalui LPPM terus berkomitmen mendukung kebijakan nasional serta berkontribusi nyata dalam upaya pemulihan kesehatan masyarakat di wilayah terdampak bencana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed