Pada hari Sabtu, 15 November 2014, Culinary Business Student Union mengadakan supplementary class yang mengangkat tema molecular gastronomy. Chef yang diundang untuk membawakan supplementary class ini adalah Chef Cornelius Eggi, Demi Chef dari Il Ristorante, sebuah restaurant fine dining yang berlokasi di BVLGARI Hotels & Resorts Bali. Molecular Gastronomy sendiri adalah cara memasak yang menggabungkan antara culinary, art, dan science. Supplementary class ini diadakan rutin setiap minggunya untuk mengembangkan soft skill dan hard skill mahasiswa Culinary Business Department terutama dibidang food and beverage product development.
Supplementary class ini mengajak semua mahasiswa yang mengikuti untuk hands on membuat menu spesial dengan metode molecular gastronomy yaitu Deconstructed Rujak Salad with South Kuta Style. Tidak hanya teknik memasak menggunakan metode molecular gastronomy saja yang diajarkan, namun teknik memotong pun juga diajarkan pada kelas ini. Bahan-bahan yang digunakan dalam membuat menu rujak salad ini sama seperti bahan untuk membuat rujak pada umumnya, sehingga membuatnya tidak begitu sulit. Namun, perbedaannya yaitu penggunaan teknik molecular gastronomy dalam memasak rujak ini, serta seni penataan makanan di piring atau plating yang artistik sehingga dapat meningkatkan nilai jual rujak sebagai makanan Indonesia. Rujak salad yang dimasak secara berkelompok yang terdiri dari tiga orang ini akan dilombakan oleh Chef Eggi, dengan cara mengupload di media sosial Instagram dengan hashtag #rujaksaladuc.



