Bagaimana kalau tantangan bisnis bisa menjadi titik awal pengembangan prototipe AI? Pertanyaan ini menjadi salah satu fokus Open Day Apple Developer Institute for AIML Universitas Ciputra. Melalui kegiatan ini, Universitas Ciputra Surabaya mengundang ratusan pemimpin bisnis di Surabaya untuk mengeksplorasi potensi AI bagi bisnis sekaligus mengenal bagaimana peserta program dapat membantu mengembangkannya.
Open Day berlangsung setelah peserta menjalani enam bulan pertama pembelajaran sejak peluncuran program pada Maret 2026. Selama periode tersebut, mereka membangun keterampilan dasar AI/ML dan mengembangkan prototipe bersama mitra industri terpilih. Nah, melalui pertemuan ini, kami membuka ruang kolaborasi yang lebih luas untuk menghubungkan kemampuan peserta dengan kebutuhan perusahaan.
Open Day: Mempertemukan Talenta AI dan Pemimpin Bisnis
Bagi kami, pengembangan teknologi perlu berangkat dari persoalan yang jelas. Karena itu, Open Day menjadi kesempatan untuk mempertemukan peserta program dengan para pemimpin bisnis yang menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Kegiatan ini mengajak pelaku bisnis mengeksplorasi kemungkinan penerapan Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning (ML) dalam perusahaan mereka. Selain itu, pertemuan tersebut membuka percakapan tentang bagaimana peserta dapat menerapkan keterampilannya untuk membantu mengembangkan solusi.
Momentum ini juga berkaitan dengan persiapan peserta menuju tahap pembelajaran berikutnya, yaitu proyek berbasis kebutuhan industri. Dengan mengenali persoalan perusahaan, peserta dapat memperluas pemahaman tentang konteks penggunaan teknologi yang mereka pelajari.
Program Dua Tahun untuk Lulusan Perguruan Tinggi
Lalu, siapa sebenarnya peserta Apple Developer Institute for AIML @ UC Surabaya?
Peserta merupakan lulusan perguruan tinggi yang belajar penuh waktu. Program ini berlangsung secara tatap muka selama dua tahun dan menjembatani pendidikan teknologi dengan kebutuhan industri. Jadi, peserta menjalani proses belajar yang intensif dalam lingkungan profesional dan kolaboratif.
Pada tahun pertama, pembelajaran berfokus pada penguatan keterampilan pemrograman AI/ML dan penerapannya. Selanjutnya, pada tahun kedua, peserta akan mengerjakan tantangan industri serta mengembangkan solusi bersama perusahaan lokal untuk mendukung ekosistem teknologi Indonesia.
Lingkungan belajarnya menyerupai tim profesional. Karena itu, peserta juga mengembangkan kemampuan kolaborasi lintas bidang, pemecahan masalah, dan komunikasi. Melalui pembelajaran berbasis tantangan, mereka menghubungkan keterampilan teknis dengan kebutuhan bisnis nyata.
Tiga Prototipe AI dari Enam Bulan Pertama
Hasil pembelajaran peserta sudah terlihat melalui tiga contoh prototipe yang mereka kembangkan bersama mitra industri terpilih. Masing-masing menjawab kebutuhan yang berbeda, mulai dari lingkungan perkotaan hingga perancangan ruang komersial.
Pertama, analisis polusi visual. Prototipe aplikasi macOS ini membantu perencana kota dan arsitek menilai polusi visual dari papan iklan secara lebih objektif. Pendekatan tersebut menawarkan alternatif terhadap survei manual yang cenderung subjektif. Dengan demikian, pengembangan AI memiliki kaitan langsung dengan kebutuhan penilaian lingkungan perkotaan.
Kedua, analisis forensik gigi. Prototipe aplikasi iPad ini memanfaatkan deep learning dan segmentasi gambar untuk membantu ilmuwan forensik memperkirakan usia serta jenis kelamin berdasarkan radiograf gigi. Fokusnya adalah mendukung proses analisis forensik melalui pemanfaatan teknologi pengolahan gambar.
Ketiga, analisis pergerakan pelanggan. Prototipe aplikasi macOS ini melacak pola pergerakan pelanggan dan memberikan insight berbasis data bagi desainer interior. Informasi tersebut membantu mereka dalam merancang ruang komersial dengan mempertimbangkan pola pergerakan pengunjung.
Ketiga contoh tersebut masih berupa prototipe. Meski demikian, pengembangannya memberikan gambaran konkret tentang cara peserta menerapkan keterampilan AI/ML pada persoalan lintas sektor.
Membuka Kolaborasi dengan Perusahaan Lokal
Setelah mengembangkan prototipe awal, peluang berikutnya adalah memperluas keterlibatan perusahaan dalam proses pembelajaran dan pengembangan solusi.
Prof. Dr. Trianggoro Wiradinata, Director, Apple Developer Institute for AI/ML di Universitas Ciputra, menjelaskan bahwa peserta menerapkan keterampilan yang terus berkembang melalui pembelajaran berbasis tantangan. Ia juga mengundang lebih banyak perusahaan untuk terlibat:
“Seiring semakin dalamnya kemampuan teknis mereka, kami mengundang lebih banyak perusahaan untuk berbagi tantangan yang mereka hadapi, sehingga kita dapat bersama-sama memanfaatkan AI/ML untuk menciptakan solusi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan industri.”
Perusahaan yang memiliki kebutuhan atau tantangan bisnis dapat terhubung langsung dengan Institute untuk mengeksplorasi solusi berbasis AI. Melalui kolaborasi ini, perusahaan dapat membawa persoalan nyata, sekaligus mendukung talenta Indonesia memperdalam kompetensinya.
Open Day Apple Developer Institute for AIML @ UC Surabaya menjadi langkah untuk mempertemukan kebutuhan tersebut dengan kemampuan peserta. Melalui program dua tahun, pembelajaran berbasis tantangan, dan kolaborasi bersama perusahaan lokal, kami terus menghubungkan pendidikan teknologi dengan kebutuhan industri. Bagi perusahaan yang ingin mengeksplorasi AI, tantangan bisnis yang dihadapi hari ini bisa menjadi awal kolaborasi dan pengembangan solusi bersama.
Klik tombol di bawah untuk tahu lebih banyak tentang beasiswa & promo pendaftaran terbaru.









